Looking depth

TEROPONG FISIPERS UI kembali hadir. Ini adalah paket berita video pertama kami di tahun 2014, sekaligus edisi ke-6 menyambung masa mengudara yang lalu.

Topik dalam paket ini antara lain:
1. Kriminalitas di UI

Akses terbuka UI menyebabkan kampus ini rawan bahaya dari luar. Setidaknya ada 7 pintu akses pada 7 titik wilayah berbeda yaitu Kukusan Kelurahan, Kukusan Teknik, Pondok Cina, Belakang Depok Town Square, Gerbatama Lenteng Agung, Margonda, dan Kukusan Beji. Belakangan ini, berbagai aksi kriminal menimpa warga UI dan menjadi isu lokal di lingkungan kampus. Lewat tayangan ini, kami ingin melaporkan kondisi terkini sekaligus solusi dari pihak keamanan UI. Ada baiknya kita bersikap preventif terhadap aksi kriminal dengan tidak menciptakan peluang pada pelaku. Sebaiknya kita tidak mengeluarkan gadget, dompet, ataupun perhiasan serta tidak berkeliaran di lingkungan kampus dalam jumlah sedikit di malam hari.

2. Pagar Mural Gedung C FISIP UI

Selepas insiden terbakarnya Gedung C FISIP UI pada awal tahun 2014, pihak fakultas mengadakan kompetisi mural untuk menghiasi seng yang memagari gedung tersebut. Kompetisi ini juga masuk dalam rangkaian Dies Natalis FISIP UI. Karya para mahasiswa FISIP UI ini memiliki makna kritikal hingga dukungan. Tiga jurusan juara kompetisi ini, Kriminologi; Komunikasi; Kesejahteraan Sosial memaparkan makna dibalik karya mereka.

 

Tim Produksi TEROPONG FISIPERS UI edisi 6

Pemimpin Redaksi: Aninta Ekanila

Kepala Divisi Penyiaran Digital Kreatif: Verina Haifa

Editor Video: Aufa Arifin

Produser: Riris Endah

Camera Person & Reporter:

Rifaldi Akbar, Monica Fecilya, Otis Andhika, Margareta Mutis, Ardit0 Ramadhan

Voice Over: Ruth Lidya

Advertisements

Penerapan E-Money di FISIP UI

Video berita ke-4 BO FISIPERS UI ini menginformasikan terkait penerapan uang elektronik di Kantin Taman Korea, FISIP UI. Kebijakan baru ini merupakan bentuk kerjasama Universitas Indonesia dengan Bank Indonesia dalam rangka membentuk Less Cash Society.

Di tengah inovasi dan cita-cita memberikan efisiensi dalam alur pertukaran uang, kebijakan ini tetap menimbulkan pro dan kontra.

Cc: @fisipersui (Badan Otonom Pers Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)