Long Live Queen

Happy birthday Viny!!!

HB VINY

Aneh rasanya membuat post untuk kamu yang mungkin akan sulit menemukan tulisan ini di dalam timbunan mention ajaib para fans.

Kata orang umur 18 itu masuk dalam kategori umur terlama lho. Aku sendiri merasakan betapa lamanya umur 18 itu, namun dengan beragam pengalaman dan proses pendewasaan yang luar biasa. Ya umur 18 adalah pembentukan karakter dan jati diri. Aku amazed dengan kamu yang selalu punya ruang untuk menghargai masukan dari orang lain dan membentuk karakter kamu lebih baik lagi. Aku amazed dengan kamu yang berani mengambil tantangan dan sangat visioner (yah meskipun masih jangka pendek dan lebih bisa dibilang misi).

Aku pernah menulis bahwa aku tidak punya idola, aku punya role model. Aku juga pernah menulis bahwa oshimen aku di JKT48 hanya Acha. Yang tidak aku pernah tulis siapa role model aku di JKT48. Aku malu untuk mengaku bahwa kamu mungkin adalah role model aku untuk banyak hal. Kamu lebih muda, lebih bergagasan, lebih bertalenta, dan lebih punya banyak kesempatan. Sindiran orang bahwa kamu adalah orang yang ambisius membuat aku lebih ingin melihat ke kamu. Aku adalah tipe orang yang positif memandang ambisi, kita selalu punya ambisi yang sehat dan itu mengapa aku terlahir begitu optimis. Beberapa orang bertanya sama aku, “Nin lo tuh feminis, tapi kenapa lo suka sama JKT48. Mereka produk komodifikasi gitu.” Haha JKT48 is my guilty pleasure. But beyond that statement I have to admit, I found a life that I never had. I found inspiration, I found an art of being a girl, and I found you to look up.

Kalau boleh berharap, ingin rasanya punya anak perempuan seperti Viny. Sayangnya yang aku tahu hanya sisi manis dari kehidupan kalian. Andai bisa berteman, mungkin kita bisa saling membantu dalam banyak hal dan bertukar pandangan. Andai bisa bersaudara, mungkin kita bisa saling berdebat dan menjadi kolaborasi luar biasa. Tapi semua itu cuma andai, dan rasanya ucapan ini terasa hambar tanpa andai-andai dari seorang fans kepada idolanya.

Terakhir,

Semoga kamu semakin bersinar. Di mana pun langkahmu, kamu tetap Viny dan aku tidak pernah memandang kamu sebagai produk karena perempuan tidak berhak diperlakukan sebagai produk. Kamu adalah subyek yang sedang menjalani salah satu bagian dari hidupnya. Semoga banyak pertanyaan dalam kepala kamu yang terjawab dengan berada di sana. Dan semoga kamu segera menemukan visi kamu yang sebenarnya. Terus menginspirasi Viny… Terus menjadi bunga matahari.

Advertisements

Himawari

I’m glad it’s Sunday morning.

Here’s my thought, Minggu adalah waktunya saya mengingat kembali hal yang menyenangkan. Salah satu hal yang menyenangkan adalah belajar dan mengerjakan tugas menulis hal pertama yang terlintas dibenak pagi ini. Saya ingat janji untuk menulis tentang lagu Himawari.

Sebelumnya, alasan kenapa saya suka lagu ini adalah saya pecinta bunga matahari. Filosofi bunga ini adalah optimisme. Kelopak yang besar dan berwarna cerah menghadap matahari di setiap pagi. Dan saya adalah orang yang sangat optimis (bahkan terhadap mimpi yang mungkin tidak akan pernah terwujud).

Saya rasa selalu ada kemungkinan untuk mencapai suatu hal, biarpun akhirnya tidak kesampaian saya selalu tahu usaha yang saya lakukan adalah wujud bahwa saya sebenarnya mampu. Kadang optimisme ini agak nyenggol ke arah ambisius juga. Well, asalkan tidak pernah menjatuhkan dan merugikan orang lain, saya rasa baik-baik saja.

Lagu Himawari sendiri menunjukkan sebuah harapan dan rasa pantang menyerah.

(yang ditulis dibawah ini dalam bahasa inggris agar lebih universal)

—————————–

The sunflower swaying in the wind
Faces the sun as it blooms
Everlastingly
I raise both of my hands to that blue sky
Even if I’m hit by the rain,
Without wiping away the flowing tears
On that far side of sadness,
I believe in the future

With an old bike
To a landmark tower
I lead you
Closer to summer
Along the way on this slow hill road
The yellow fireworks
Can be seen
Over the sprawling vast land

I can’t hear a thing
If I’m alive
Various things will happen
Like the unpleasantness and pain
During those times,
I, from this knoll
Am gazing by myself

Where is the sunflower 
Inside of you?
If there a dream 
You were aiming for,
It’s something you should remember
In times when the clouds cover overhead,
I never gave up
The sought-after rays of sun
Will one day reach you

Along the guardrail
We rest our hips
Before long, the setting sun
Makes shadows
The electric lines swayed
And were crying weakly
The yellow hope
Nevertheless rises

I can’t do anything
I can only
Think about this scenery
Despite things like sadness, loneliness,
And being depressed, 
You, as your own self,
Look up to the sky

In order for you to be you,
I’ll be waiting until you stand up
Even in the far side of the starry sky
Surely the sun is waiting
Within your chest
Is a blooming sunflower
Close your eyes and remember
One day you’ll sow those seeds

The sunflower swaying in the wind
Faces the sun as it blooms
Everlastingly
I raise both of my hands to that blue sky
Even if I’m hit by the rain,
Without wiping away the flowing tears
On that far side of sadness,
I believe in the future

————————————————

———————————————–

Ya, saya tipikal orang yang sibuk merencanakan hidup. Itu cara saya menikmati setiap waktu dan oksigen yang saya hirup. Setidaknya untuk esok saya tahu apa yang harus saya lakukan dan ketika melewati suatu fase, saya juga tahu harus melakukan apa. Lagu ini membuat saya untuk ingat dengan apa yang sudah saya susun. Saya ini bunga matahari yang menanti berkembang, selalu menantang pagi, mengumpulkan optimisme dalam diri, dan berusaha mewujudkan visi dengan percaya diri.

Matahariku

Dalam post Idol(ize) saya sudah menunjukkan stance terhadap JKT48. Karena belakangan tulisan saya kesannya serius dan ngambang, kali ini saya mau meluweskan diri sedikit.

Seperti judulnya, Matahariku adalah perlambang sumber energi. Tujuan saya menulis saat ini adalah mengenalkan betapa berlebihannya JKT48 ini memberi efek di kehidupan saya yang bisa dibilang datar. Mungkin menonton pertunjukkan mereka sudah menjadi hobi (yang kadang rasanya kayak benalu karena udah mahal, nggak jelas juga manfaatnya apa).

 ———————————————

Matahariku adalah setlist yang dibawakan oleh Team K (III) JKT48 di teater harian mereka. Sudah pada tahu kan, JKT48 mengusung konsep idol you can meet sehingga kita bisa menemukan mereka setiap hari di teater ini. Lagu-lagu dalam setlist ini jarang sekali ditampilkan di televisi (sejarang itu), padahal lagunya enak-enak. Contoh yang pernah ditampilkan di televisi antara lain Boku no Taiyou dan Mirai no Kajitsu. Aslinya, setlist ini dibawakan oleh Tim Himawari-gumi AKB48 sekitar tahun 2007-2008.

Okey, saya termasuk fans yang jarang datang di penampilan live mereka. Sejak pertama kali JKT48 membuat pertunjukkan teaternya (April 2012 @ Nyi Ageng Serang) hingga saat ini, saya juga jarang menonton show teater mereka. Kalau ada fans yang bisa sampai koleksi tiket hingga 100 lebih, tiket saya cuma sekitar 20 lembar. Itu pun terhitung, hingga April 2013 saya cuma pernah nonton 1x Pajama Drive Generasi 1 di Pasaraya Grande dan 2x Renai Kinshi Jourei Team J. 17 sisanya? Nah itu dia!

Setlist Matahariku ditampilkan pertama kali pada 17 Mei 2013. Akhirnya dengan modal hari libur dan menang undian tiket, saya berangkat menonton di hari kedua setlist ini berlangsung. Karena saya juga sudah pernah nonton versi Himawari-gumi (video aja sih sebenernya), ekspektasi saya member yang waktu itu masih Generasi 2 akan tampil standar aja. Generasi 2 ini menurut beberapa fans masih kalah jauh dari Generasi 1 dari dance hingga cara mereka mengambil perhatian. But, guess what, I DO ENJOY THE SHOW! I MEAN IT’S REALLY ENTERTAINING!!! Parahnya sih bikin kecanduan, karena saat UAS (baca: pulang cepat) saya bisa nonton seminggu sekali.

Sebenarnya Generasi 1 emang lebih hebat sih. Tapi, keceriaan, semangat, jiwa, dan lirik lagu yang menyatu di setlist Matahariku memberi kekuatan baru. Generasi 2 berkembang sangat cepat dari pertama kali mereka tampil di HUT JKT48. Dan di sini saya juga menemukan oshimen (akhirnya) yaitu Acha.

Emang ada apaan sih?

  1. Dreamin’ Girls mungkin jadi lagu akustikan paling enak didengerin buat mengawali pagi yang macet dan hari-hari penuh masalah.
  2. Run Run Run, Mirai no Kajitsu, Viva Hurricane adalah pembuka yang apik dan menunjukkan bahwa anak-anak ini beneran bisa nari. Aura mereka terpancar banget di sini (saya pernah nangis saking bagusnya, berlebihan emang). Seenak itu juga buat ikutan goyang.
  3. Sonna Konna Wake de dan Lay Down yang liriknya entah mengapa bikin ilfeel tapi juga bikin ketagihan. Lucu aja sih kalau liat tingkah laku fans lain saat lagu ini ditampilkan. Biasanya ada yang teriak, “Tampar aku, kak!!!” Mungkin karena aura sexy dan nakal yang ditampilkan anak-anak ini (eksploitasi banget ya). Naomi berjaya banget deh di sini.
  4. Untuk unit song, dari Idol Nante Yobanaide, Boku to Juliet to Jet Coster, Higurashi no Koi, Itoshisa no Defense, & Himawari sama-sama membawa penonton ke tahap menuju klimaks. Di sini, member bisa menonjolkan diri mereka lebih jauh. Panggung hanya milik beberapa orang. Untuk lagu Himawari ada kesan mendalam sendiri bagi saya, jadi nanti saya mau bikin post khusus untuk lagu ini.
  5. Yuuhi wo Mite Iru ka mungkin adalah lagu favorit banyak orang (ini juga single ke-2 JKT48 lho). Setelah capek-capek ngelihat para member jejingkrakan, lagu ini memberi kesan rileks sesaat sebelum digebuk lagi sama lagu Lay Down.
  6. Show selalu ditutup manis lewat lirik motivasi yang menyenangkan di lagu Bingo dan Boku no Taiyou. Para member juga terlihat sangat manis dengan dress warna-warni di lagu ini.

Kadang, kalau lagi bosan mengerjakan tugas atau di jalanan kejebak macet, lagu-lagu di setlist Matahariku selalu setia menemani. Menyanyikannya menambah semangat. Meskipun sering, saya juga bingung kenapa saya nggak bosen ya nonton lebih dari tiga kali.

Mungkin, ini salah satu hal bodoh yang harus kalian lakukan at least satu kali dalam hidup. Efeknya cuma tiga, jadi terbawa aura positif mereka, kecanduan nonton, atau malah kesel karena fans-nya berisik. Karena sejujurnya, show ini memang sangat menarik.

Ditunggu di teater ya ^^

Idol(ize)

I think Idolizing a person never been proscribed. Memang ada sebagian orang yang literally ‘memberhalakan’. Ya kita nggak lupa kan dengan munculnya agama SM*SH & Cherrybelle di tahun 2012 lalu? Ya walaupun, akhirnya antiklimaks karena yang buat (katanya Detik) anak kecil, tapi saya tetap menaruh perhatian ke sini. Dari mana anak kecil bisa mendefinisikan rasa sukanya terhadap grup tersebut sebagai agama? Ngerti banget si anak kecil ini soal konsep agama kayaknya sampai memilih terminologi tersebut.

Anwidolizing a person never been proscribed. Saya pun punya idola, terkait pengalaman dan siapa saja orangnya dan bagaimana mereka mempengaruhi saya sudah pernah saya tulis di artikel blog Bedafamiglia. Saya melihat mengidolakan seseorang sebagai bentuk penghargaan terhadap orang tersebut karena pernah hidup di dunia. Saya tidak mengeluarkan sertifikasi bahwa mereka pernah saya kagumi, saya hanya mengambil yang baik dari mereka untuk membentuk diri saya.

Kadang kita bertanya, what can we do to support our idol? Sejujurnya nggak ada cara spesifik sih kecuali mereka produk komodifikasi semacam JKT48 ya silakan beli tiket handshake, merchandise, and any related things of them. Namun, kalau mereka adalah a person, orang yang memang menjalani hidup apa adanya seperti kebanyakan manusia lain, bahkan mereka nggak tahu mereka diidolakan, apa yang bisa kita lakukan?

Yang paling baik… treat them as a human being.

Bukan kita yang menunjukkan eksistensi kita ke mereka, tapi eksistensi mereka ke lingkungan sekitar kita. Buat saya, idolizing merupakan terminologi untuk menciptakan rasa kagum dan menginspirasi. Meskipun caranya sporadis cuma dari tulisan di blog, buku yang mereka buat, kutipan mereka yang kita masukan saat pidato di depan kelas, atau bahkan tweet. In some case, laler banget sih ngeliat orang kayak gini, tetapi ya daripada mereka jadi stalker buat idolanya mending melakukan hal positif semacam ini.

—————————————————————————————

Jadi gue berhak menjustifikasi kelakukan gue ngomongin JKT48 di tugas, presentasi, hingga pergaulan gue di ruang sosial sebagai bentuk dukungan ke idol gue ya. Vitha Lasca dan Ranichop juga berhak menjustifikasi tindakan mereka mempopulerkan pemeran Teen Wolf (khususnya Dylan O’ Brien) dan My Little Pony adalah bentuk dukungan hehehe :p