Finance 101

Setelah setahun bekerja ada banyak hal penting yang gue pelajari. Kali ini, soal keuangan.

Ketika mendapat gaji pertama, gue sadar bahwa uang yang gue pegang saat itu adalah ‘masa kini’ dan ‘masa depan’. Meski sampai sekarang jumlahnya masih di sekitaran UMP DKI Jakarta, gue tetap bisa memenuhi kebutuhan primer, sekunder, tersier setiap bulan.

Hal pertama yang gue lakukan setiap bulan adalah menyusun rencana keuangan.

Idealnya ini dilakukan beberapa hari menjelang gajian. Tujuannya mendapatkan gambaran yang jelas persebaran pengeluaran. Tidak ada template khusus, jabarkan saja kelompok kebutuhan kita. Ada 2 format yang pernah gue pakai:

img_20161224_153803_hdr_1482568712284

Besaran persentase ditentukan sesuai keinginan masing-masing.

img_20161224_154627_hdr_1482569218799

Ini yang gue pakai beberapa bulan ini. Lebih jelas dan runut. Gue selalu menghitung sebulan 30 hari. Di bulan dengan tanggal 31, ada 1 hari gue nggak akan ke mana-mana dan keluarin uang. Bagi porsi sesuai hari, di akhir pekan (ditandai dengan angka 4) biasanya akan keluarkan lebih banyak uang.

Jika sulit menentukan besaran setiap poin, gue selalu mengambil katalog/bon belanjaan dan mendata harga-harganya. Itu sangat membantu gue menentukan prioritas belanja setiap bulan.

Karena gue melihat ‘masa depan’ dalam gaji gue, hal kedua yang gue lakukan tiap bulan adalah membagi gaji ke beberapa rekening / pos.

Menabung jadi hal yang penting. Sepertiga untuk kebutuhan sehari-hari, sepertiga untuk tabungan utama, sepertiga lagi sisanya (di sini pemasukan dari side job / penghasilan tambahan lainnya jadi penting. Kalau gue nambahin penghasilan dari jatah uang makan karyawan yang dikasih setiap tengah bulan).

  • Rekening payroll (tempat gaji masuk)
  • Pos daily (cash dan tukarkan dengan uang kecil)
  • Rekening pengeluaran
  • Rekening tabungan utama (jangan pernah tarik)
  • Pos dana darurat (bisa di rekening yang nggak bisa ditarik, kalau gue cash karena akan diakumulasi dengan sisaan pengeluaran harian). Dana darurat yang ideal adalah 3 x Pengeluaran atau 1 x Gaji jadi dikumpulkannya pelan-pelan kayak nabung.

Tabungan sifatnya jangka pendek dan punya tujuan yang terukur. Misalnya: buat liburan ke luar negeri atau modal usaha. Tabungan utama dan sekunder juga porsinya dibedakan sesuai prioritasnya. Kalau beli rumah, after married, pensiun, dan lain-lain itu butuh dana besar dan sifatnya jangka panjang sehingga bisa tergerus inflasi. Maka, lebih baik dialihkan dengan beli reksa dana / investasi. Sementara dana darurat hanya dikeluarkan setiap kena musibah dan nggak punya pos untuk menanggung itu gunanya untuk mencegah berhutang. Tapi misalnya, kita musibahnya nggak cukup uang buat bayar makan harian pakai anggaran lain-lain di pos daily saja.

Ketiga; sediakan buku harian keuangan, catatan tabungan, amplop 30/31 hari. Disiplin membawa dan mengeluarkan sesuai anggaran dan mencatat semua alur kas. 

Terus amplop 30/31 itu apa? Sediakan 30-31 amplop yang mewakili setiap hari dalam 1 bulan dan beri tanggal di setiap amplop supaya tidak tertukar. Masukan uang harian kita ke masing-masing tanggal. Jangan bawa uang tanggal 2 ke tanggal 3. Pokoknya jangan tercampur.

Gue punya kebiasaan cuma bawa Rp 40.000 per hari setiap kerja. Dibagi sama rata untuk makan dan transport. Kalau masih ada sisa, misalnya Rp 5.000 itu dibagi 2 lagi: Rp 2.500 masuk ke amplop tanggal itu yang bisa digunakan bulan depan pada tanggal yang sama dan Rp 2.500 lagi masuk ke pos dana darurat/tabungan sekunder.

Kalau mau hedon ya tinggal tambahin dana harian + pos lain-lain di rekening pengeluaran (bukan yang lain-lain daily lho).

Nah, secara garis besar kira-kira begitulah cara gue mengelola keuangan gue yang akhirnya mempengaruhi alur kehidupan gue. Ketika kita teratur mengelola keuangan, tanpa sadar hidup kita mengikuti. Yang pasti jangan nyiksa diri sendiri sih. Tahu harga, tahu tempat, itu jadi penting hahaha.

Dan cara di atas itu kayaknya ga akan works kalau gue seorang impulsive buyer dan nggak disiplin. Semoga bermanfaat terlebih buat orang-orang yang masih baru masuk dunia kerja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s