Theoretical Framework

I’ve been wondering that I had to make any magazine that could build our society.

So one of these should be the ground frame of my future magazine:

  1. Karl Marx‘s social conflict approach, people work within the economic system to produce material goods.
  2. Max Weber that told that our society is shaped by IDEAS.
  3. Emile Durkheim‘s solidarity concept in the modern era.

Btw, it’s fun to read all these theories book. I’ve hung out with Communication & Human Behavior when my neighborhood was in the flood disaster. Now I try to re-read John J. Macionis’ Soci0logy book while the rain keep pouring down outside my house. I’m stuck, yet luck.

 

Alpa

Kadang kita lupa kalau kita dilahirkan untuk singgah sebelum akhirat terlalu penuh.

Kadang kita lupa kalau kita berada di sebuah nama besar.

Kadang kita lupa akan tanggung jawab moral.

Kadang kita lupa bahwa kita merepresentasikan lingkungan kita lebih dari nama pribadi.

Kadang kita lupa untuk minta maaf… Terlebih pada diri sendiri.

——
Dan hari ini saya lupa kalau saya punya banyak cara untuk menikmati hidup. Bukannya hanya duduk menatap ke televisi layar datar yg bahkan tak mengajari saya apapun kecuali……….. Ah saya lupa!

Siklus

Katanya sih hidup kayak roda… Kadang di atas, kadang di bawah. Orang terlalu sibuk bicara soal karma dan balasan-balasan sementara mereka lupa kalau siklus yang paling sering terjadi adalah rutinitas lapuk.
MjAxNC01NGM3NzFiNWZkODBjNDQx

Rutinitas ini yang mungkin membunuh pikiran saya sampai tidak bisa menemukan terobosan yang membedakan tahun 2014 dengan tahun-tahun sebelumnya. Bersyukur tahun ini akan masuk umur 21 dan semester 7, Tugas Karya Akhir (TKA) setidaknya bisa dijadikan resolusi mutakhir di tengah kebosanan akan rutinitas. Karena pada akhirnya semua siklus adalah periode menuntaskan sebuah tujuan.

Fyi, i live my passion. Namun hasrat tanpa dinamika adalah kekosongan. But at least, I’m much happier than 2011 ­čÖé