Rumah

nakama wa itsu datte koko ni iru
toki ni wa kenka wo shite mo kawarazu
naitari
warattari shi nagara
tomodachi ijou no sasae datta

(We’re always comrades right here. While there were times we incessantly fought and cried and laughed. More than that, friends, we supported each other)

Sasae

(The meaning of Sasae is Support. One of AKB48’s songs that I liked the most)

Kadang kita tidak pernah mengerti perasaan kita sebenarnya sampai akhir memaksa kita semua untuk berpisah atau memulai fase baru. Saya ingat bagaimana saya pertama kali masuk kampus dan berpikir di mana saya akan menyibukkan diri saya. Ya ‘menyibukkan’ adalah kata yang saya gunakan untuk menggambarkan ketidakinginan untuk tidak eksis. Saya tidak mencari rumah baru, karena saya pikir FISIP UI cukup jadi rumah kedua saya. Akhirnya saya memutuskan untuk masuk Badan Otonom Pers FISIP FISIPERS UI sebagai Staf Reporter mereka. Dan untuk hal itu… saya ingin berterimakasih pada setiap perangkat FISIPERS UI 2012; Kak Rini, Kak Riana, Kak Niken, Kak Dita, Kak Obet, dan Kak Tanto.

Ternyata, berada di sini saya menemukan hal yang lebih penting… Jalan pulang ke rumah. Ke tempat di mana saya merasa dimarahi, dinasehati, dididik, dan juga diterima. Dengan kehidupan yang dinamis saya belajar banyak mulai dari titik nol. FISIPERS is a part of my life. Di sini awal mula saya mencintai diri saya, jurnalisme, FISIP UI, dan juga teman-teman saya di FISIPERS. Di sini awal saya merasa punya visi. Dan karena orang-orang yang akan saya ceritakan di bawah ini saya masih bertahan hari ini dan tahun depan meskipun saya harus memendam visi yang saya bangun untuk memimpin organisasi di tahun 2014.

Johannes Natanael – Pemimpin Umum FISIPERS UI 2013

Jojo adalah titik awal kenapa saya mau berkontribusi sebesar-besarnya untuk organisasi ini, mungkin juga dia adalah seorang kakak yang menunggu saya di rumah untuk dimarahi dan dinasehati secara bersamaan. Yes, Jojo is my mentor. Kami kerja bareng di Fisipers Days 2012 dan seperti yang Vitha rasakan, we got attached. Jojo adalah orang yang mendorong saya untuk melakukan segala hal sampai limitnya dan sesuai standar yang berlaku. He rather told ‘do the best!’ than ‘do your best!’. Jojo yang saya kenal penuh dengan kekurangan juga kelebihan. He seriously genius sekaligus males. Kami pernah berselisih paham hingga kecewa satu sama lain, tapi itulah bagian dari pendewasaan yang akhirnya berujung pada berusaha untuk lebih baik dan saling menghormati. And kak, thanks for taught me to make breakthrough. Farewell! Prepare yourself into the next phase of life, prepare to be an international citizen, prepare to make your dream come true.

Felicia Saphira – Pemimpin Redaksi FISIPERS UI 2013

Kanjeng Ratu Felice buat saya punya peran sebagai orang tua. Perasaan saya tidak ingin mengecewakan Felice sama ketika saya hanya ingin memperlihatkan nilai yang bagus kepada orang tua saya. So I did the best! Saya berusaha membuat Felice yakin bahwa saya bisa dipercaya dan ya Felice selalu percaya kepada anak-anaknya; saya, Halida, Vitha, Rani, dan Coki. If I could say that sky is the limit, so the sky would be Felice. Felice adalah langit yang berada di atas saya. Felice yang membuat saya menahan segala ambisi. Terimakasih kak untuk segala nasehat lo untuk meluruskan logika berpikir gue. Farewell! You’re the strongest woman I’ve ever met.

Chairunas – Sekretaris Umum FISIPERS UI 2013

Heru bukan orang yang terlalu dekat sama saya pada awalnya. Tapi Heru yang selalu jadi air jernih di tengah panasnya perdebatan. Ketika semua orang marah-marah sama saya atau ketika tidak ada yang bisa membantu saya, Heru memberikan energi positif. Thanks banget kak untuk selalu pergi ke penerbitan nungguin buletin, padahal itu harusnya bukan tugas kakak. Terimakasih menjadikan tempat ini senyaman rumah, seperti seorang kakak yang menyambut setiap pulang dan bertanya, “Besok pasti lebih baik kok dari hari ini.” Farewell! Don’t change, you have a great heart.

Aldi Satria – Editor Foto FISIPERS UI 2013

Heran, I put you as the fourth. Aldi mungkin kayak kakak yang saya sebelin di rumah. Saya selalu ga mau percaya kata-kata Aldi. Bahkan saya menganggap diri saya lebih baik pada Aldi. Sampai tahun ini, saya benar-benar ingin menarik semua prasangka saya. Aldi adalah kakak yang ingin menjaga adiknya sebaik-baiknya. Perasaan dan penilaian Aldi hingga saran-saran dari Aldi adalah hal yang terbaik. Harusnya saya ngedengerin Aldi dari awal sebelum merekrut salah satu staf saya yang tidak bekerja secara profesional. Terimakasih juga kak untuk tumpangan pulang, curhatan kecil soal hidup dan percintaan, hingga omelan-omelan kurang ajar gue. Farewell!!! I wish you could be a great father and husband in the future. Bcos u know, you have a great love & power to protect everyone around you.

Ririn, Ifacum, Ahsana, Sofi, Dessy, Arya, Ifa, Gilang, Coki, Abe – the rest of my senior

Saya gatahu lagi kalau di rumah ini tidak ada kalian. Mungkin tidak ada obrolan khusus perempuan yang membuat saya merasa lega karena tidak merasakan ‘ini’ sendirian. Mungkin tidak ada nasihat ala nenek-kakek yang membesarkan jiwa. Mungkin juga tidak ada terobosan, pemikiran, hingga kritik tajam yang membuat rumah ini semakin baik dan ‘cat-nya semakin terang’. Terkhusus Kak Arya dan Kak Ifa, terimakasih sebanyak-banyaknya untuk kerepotan menjelang deadline. You really did a great job for making our bulletin more credible.  

Ellya, Cora, Kahfi, Inez, Firda, Puput – my dear reporters

Kalian tidak tahu betapa susahnya membentuk kalian menjadi keinginan para kakak-kakak di atas ini. Tapi aku bangga banget sama kalian, you’re all survivors. Kalian berjuang sampai akhir dan menjadi semakin baik. Kalian juga menjadi alasan aku untuk bertahan tahun depan. Kalian seperti benih yang aku tebar dan sekarang sedang berusaha bertumbuh tidak hanya dengan perawatan kami, tetapi juga terpaan terik matahari dan hujan badai. Itu tantangannya! Cora, bersikap dan tempatkan diri kamu lebih baik lagi di masyarakat. Ellya, kamu harus tetap rajin, kamu nggak tahu seberapa besar aku berharap sama kamu. Inez, be my sweet and favorite writer ya. Kahfi, ah you harus tetap dependable, I’m happy to have you here. Firda, makasih banget sudah mau ikut rekrutmen lagi, nggak tahu deh kalau nggak ada kamu di sini, nggak ada lucu-lucunya kali. Puput, kamu harus tahu potensi kamu besaaaar sekali tetap kembangkan ya, tetap jadi bagian dari kami. I DO REALLY LOVE YOU GUYS!!! I REALLY DO!

My juniors…

Ga akan bisa disebut satu-satu tapi… Mereka adalah debutan terbaik yang pernah dipunya Fisipers mungkin. Semangat mereka menggebu-gebu. Kerja mereka sangat rapi dan mereka adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Saya yakin mereka bisa membantu organisasi ini ke tahap yang lebih tinggi. Claristy, Rio, & Alvin adalah three musketeers dari PSDM yang mampu menginspirasi dengan dedikasi dan kontribusi. Keyza, Estu, Nadia, Ajet, Dita, & Tian adalah orang-orang yang mengerti ketika mereka dibutuhkan dan mau ada untuk memberikan 100%. Malthika dan Oya adalah dua orang paling bersemangat yang pernah saya kenal di Fisipers, semangatnya lebih parah dibanding Vitha & Rani. Dan yang lainnya… terimakasih atas kerja kerasnya. Saya belajar banyak juga dari kalian terutama soal disiplin dan ketekunan. I really wanna meet you again next year, guys!

Dan terakhir… My SUPER TEAM

Mereka adalah alasan utama untuk apapun yang saya lakukan di FISIPERS tahun lalu dan tahun depan. Mereka yang membuat saya merasa diterima di setiap pintu yang terbuka. Mereka adalah kritik dan sekaligus cinta yang membangun sehingga saya tidak pernah merasa teralienasi. Dengan mereka setiap interaksi punya makna. Aini dan Ajeng adalah dua saudara yang akan senantiasa menenangkan saya ketika jatuh dan sedih. Halida mungkin adalah saudara kembar saya yang selalu membuat saya bercermin dan berkompetisi. Vitha dan Rani dua anak ‘kembar’ yang membuat saya merasa ‘kaya’, mereka adalah tempat berdebat sekaligus inspirator terbaik. Momon, Nadila, & Wilson yang paling sering dimarahi dan membuat saya ingin mengurangi beban di pundak mereka dengan membantu semampunya. Seput & Rasyel dua saudara yang memberikan kemampuan terbaik mereka untuk memperbaiki kekurangan di rumah ini. Veve, Aufa, Ise, Febrina, dan Syama terimakasih sudah mau bergabung tahun ini. Dan terakhir… Dodi, rival sekaligus rekan kerja yang saya harapkan membawa rumah ini semakin baik dan memberikan kesan mendalam juga. Guys, without you, we wouldn’t feel this great… Ayo kita bertahan dengan daya yang jauh lebih besar di rumah ini atau pun di tempat perantauan baru.

Ya dan 2013 adalah tahun yang begitu berharga bagi saya. Mereka semua membuatnya menjadi lebih bernilai. Hari ini saya lega untuk berkata, saya akan selalu menemukan jalan pulang. Terimakasih telah menjadi salah satu rumah dan bagian dari hidup saya… Terimakasih telah membuat saya tumbuh dan berkembang.

Hidup bukan soal menang atau kalah, hidup adalah soal bertahan dan berjuang. Itu yang paling penting.

Advertisements

4 thoughts on “Rumah

  1. Tulisan yang jujur, selalu, seperti kamu apa adanya. Makasih Aninta buat ketulusannya. Senang bisa bertumbuh bersama. I am waiting many more great things happen to you, and would be so glad to hear that. Best of luck :’)

  2. Pingback: Pamit | Room For Her Own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s